Skip to content

Gpncdn

Menu
Menu

Berita : Kartu Mainan TCG Pokemon Diperiksa Bea Cukai di Bandara Soetta, Wanita Ini Akui Sampai Trauma

Posted on 15 May 2026

Seorang perempuan berinisial JS (28) mengaku mengalami pemeriksaan intensif oleh petugas Bea Cukai di Bandar Udara Internasional Soekarno–Hatta setelah pulang dari Guangzhou, China, pada Rabu (13/5/2026). Insiden tersebut viral usai JS mengaku sampai menangis karena merasa panik dan terlalu lama diperiksa akibat membawa koleksi Pokémon di dalam kopernya.

Menurut pengakuan JS, koper miliknya langsung ditandai sejak proses pengambilan bagasi dan diarahkan ke jalur pemeriksaan red line. Saat koper besar dibuka, petugas menemukan berbagai mainan Pokémon, stiker, hingga kartu koleksi yang dibawa dari Guangzhou.

JS mengaku telah menunjukkan invoice pembelian sebagai bukti harga barang yang dibelinya. Namun, petugas disebut tidak langsung mempercayai nominal yang tertera di nota tersebut dan memutuskan melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap seluruh barang bawaan.

Tak hanya koper utama, koper kabin milik JS juga ikut diperiksa karena berisi koleksi kartu Pokémon. Meski sudah menjelaskan bahwa barang-barang tersebut merupakan oleh-oleh untuk anak-anaknya, JS mengaku tetap mendapatkan banyak pertanyaan dari petugas terkait perjalanan dan tujuan keberangkatannya ke China.

Situasi semakin membuatnya tertekan ketika beberapa petugas disebut mulai memeriksa harga mainan dan kartu Pokémon satu per satu melalui internet. Petugas dikabarkan mencocokkan harga pasar karena menilai beberapa item Pokémon memiliki nilai koleksi yang tinggi.

Baca juga ini:

» Ramai Pokemon TCG Sampai Harga Miliaran, Mendag Buka Suara
» Solusi Untuk Lawan Scalper? Toko Bic Camera di Jepang Wajibkan Pembeli Ikuti Ujian Pokemon!
» Pokémon Evolusi Mega ex Hadir Dalam Format Starter Deck Siap Main
» Dark Magic Attack!!! Yu-Gi-Oh! MASTER DUEL Rayakan 4 Tahun Perilisan dengan Dark Magician Baru!
» Waktunya Duelist Berkumpul! Yu-Gi-Oh! DUEL LINKS Rayakan Ulang Tahun Ke-9

JS kemudian diarahkan ke kantor Bea Cukai bersama seluruh barang bawaannya. Di ruangan tersebut, ia mengaku harus menjalani pemeriksaan selama beberapa jam sambil barang-barangnya difoto dan dibandingkan dengan harga pasaran online.

Meski telah memperlihatkan nota pembelian hingga foto saat membeli barang di pasar mainan Guangzhou, JS mengatakan petugas tetap meragukan keterangannya. Ia juga mengaku sempat merasa ditekan ketika salah satu petugas meminta dirinya jujur mengenai harga asli barang yang dibawa.

“Petugas sempat bilang, ‘Ibu jujur saja belinya berapa, nanti saya bantu’. Tapi saya tetap bilang saya belinya di pasar dan sesuai nota,” ungkap JS.

Pada akhirnya, JS diperbolehkan membawa pulang seluruh barang miliknya setelah mendapatkan penjelasan mengenai aturan barang bawaan penumpang yang dianggap tidak lagi masuk kategori personal use atau penggunaan pribadi.

Sementara itu, suami JS yang berinisial KV (33) mengaku kecewa dengan perlakuan yang diterima istrinya selama pemeriksaan berlangsung. Ia mempertanyakan prosedur pemeriksaan yang menurutnya terasa berlebihan dan membuat istrinya sampai menangis di bandara.

KV menegaskan bahwa dirinya tidak keberatan apabila memang ada pajak atau biaya tambahan yang harus dibayarkan. Namun, ia menyayangkan cara pemeriksaan yang dinilai kurang nyaman bagi penumpang.

Kasus ini pun langsung menjadi perbincangan di media sosial, terutama di kalangan kolektor Pokémon dan traveler. Banyak warganet mempertanyakan batas barang personal use yang diperbolehkan masuk ke Indonesia, terutama untuk item koleksi seperti kartu Pokémon dan mainan hobi lainnya.




PakarPBN

A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.

In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.

The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.

Jasa Backlink

Download Anime Batch

©2026 Gpncdn | Design: Newspaperly WordPress Theme