Skip to content

Gpncdn

Menu
Menu

Berita : Streamer Mr. Trashdubbing Kena Rujak Netizen Karena Isu Dengan Vtuber

Posted on 4 June 2026

Kasus kontroversi seputar YouTuber Mr Trashdubbing alias Dera lagi rame banget di kalangan penikmat VTuber dan komunitas game Indonesia belakangan ini. Awalnya, nama Dera naik ke permukaan setelah dia upload konten tier list yang ngasih rating ke beberapa VTuber dengan kategori paling atas bertuliskan kata vulgar yang bikin banyak orang kesel. Konten itu langsung jadi sorotan karena sebagian netizen ngeliatnya sebagai bercandaan yang kelewatan batas, apalagi menyangkut kreator lain yang punya fanbase besar dan sensitif soal respect. Ada yang nganggep itu cuma humor khas internet, tapi ga sedikit juga yang ngerasa format kontennya merendahkan para VTuber yang dibahas dan bukan cara yang sehat buat cari engagement di dunia konten kreatif digital saat ini.

🚨BERITA PANAS🚨

Seorang YouTuber bernama Mr Trashdubbing tengah menjadi sorotan setelah mengunggah konten yang merating sejumlah VTuber.

Yang menjadi perhatian netizen adalah kategori penilaian yang digunakan di bagian atas tier list tersebut, yaitu bertuliskan “ENTOT”.

Unggahan… pic.twitter.com/FKZIOXIRtj

— Txt dari Game (@txtdrgame) 2 Juni 2026

Setelah panas dibahas di medsos, reaksi pun mulai bermunculan dari berbagai pihak. Dari sisi komunitas, ada yang langsung ngebela para VTuber dan ngekritik keras sikap Dera, bilang kalau bercanda boleh tapi tetap harus punya batas. Di sisi lain, ada juga yang bilang kalau ini cuma masalah selera humor dan seharusnya ga perlu dibesar-besarkan. Kondisi makin ramai ketika beberapa figur terkait VTuber ikut memberi tanggapan, bikin diskusi makin melebar dari sekadar satu konten tier list jadi obrolan yang lebih luas soal etika bercanda, budaya roasting, dan bagaimana kreator seharusnya memperlakukan kreator lain di ruang publik.

Melihat situasi makin panas, akhirnya Mr Trashdubbing alias Dera muncul dengan klarifikasi lewat akun Instagram pribadinya yang kemudian disebarkan ulang oleh akun komunitas game. Dalam klarifikasi ini, Dera pada dasarnya berusaha menjelaskan posisinya dan menanggapi kritik yang ditujukan kepadanya. Ia menempatkan dirinya sebagai orang biasa atau normies, mencoba menggambarkan kalau cara pandangnya terhadap VTuber dan konten yang ia buat datang dari sudut pandang penonton umum. Dari sini bisa kebaca kalau Dera ingin menunjukkan bahwa niat awalnya bukan untuk menjatuhkan, tapi cara penyampaian dan framing kontennya yang kemudian dianggap bermasalah oleh banyak orang.

Namun, reaksi netizen terhadap klarifikasi tersebut jauh dari kata adem. Ada yang menyindir kebiasaan kreator yang setiap kali bikin masalah ujung-ujungnya klarifikasi dan minta maaf, sampai ada yang nyeletuk seolah-olah tiap hari ini momen lebaran karena terus saja ada permintaan maaf. Komentar pedas juga muncul dari mereka yang merasa istilah normies yang digunakan Dera justru terkesan merendahkan orang lain, seolah-olah ia yang paling normal sementara orang yang mengkritik atau para VTuber yang ia bahas itu yang dianggap tidak normal. Beberapa netizen bahkan balik mempertanyakan, kalau benar ia santai dan normal, kenapa format kontennya justru memicu keributan besar seperti ini.

Baca juga ini:

» Gak Dapet Charizard, Pria Florida Ini Malah Bobol Toko Pokémon Pakai Gergaji Mesin
» CBN Fiber Hadirkan Koneksi Super Cepat di Comic Frontier 22 ICE BSD, Intip Keseruannya!
» Comic Frontier 22: Pesta Kreativitas Budaya Pop Terbesar Siap Digelar Mei 2026!
» Vtuber Ironmouse Putus Sponsor Game NTE Karena Masalah Dugaan AI
» Parfum “Wangi Bra” dari Jepang Viral, Aneh Tapi Nyata?

Ada juga yang menyoroti bagian ketika Dera menyebut insiden ini sebagai pelajaran buat semua orang. Di titik ini, sebagian orang merasa kalau kalimat tersebut terkesan ingin menyeret publik ke dalam tanggung jawab bersama, padahal yang sedang dibahas jelas-jelas adalah konten bikinannya sendiri. Komentar nyinyir pun berdatangan, netizen bilang kalau yang seharusnya belajar ya kreatornya dulu, baru ngomong soal pelajaran untuk semua. Dari sini terlihat jelas kalau klarifikasi yang mungkin diniatkan untuk meredam situasi justru memunculkan gelombang kritik baru karena dianggap tidak sepenuhnya menyentuh akar masalah, yaitu pilihan kata dan cara bercanda yang dinilai tidak menghargai orang lain.

Kasus ini secara tidak langsung jadi cermin dinamika ekosistem konten kreator di Indonesia, khususnya di ranah gaming dan VTuber. Di satu sisi, banyak kreator mencoba tampil beda dengan konten yang lebih ekstrem, blak-blakan, dan satir demi menarik perhatian di tengah persaingan ketat. Di sisi lain, audiens makin vokal soal batasan respect, terutama ketika menyangkut figur publik atau karakter yang mereka sukai. Kejadian yang menimpa Mr Trashdubbing alias Dera ini pada akhirnya bisa jadi pengingat kalau di era media sosial sekarang, setiap konten yang menyentuh identitas dan reputasi orang lain hampir pasti akan dipantau ketat dan bisa berbalik jadi bumerang kalau tidak dipikir matang. Buat kreator lain, ini bisa jadi contoh nyata bagaimana satu keputusan kreatif di sebuah video bisa berujung pada keharusan untuk klarifikasi panjang lebar di kemudian hari.




PakarPBN

A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.

In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.

The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.

Jasa Backlink

Download Anime Batch

©2026 Gpncdn | Design: Newspaperly WordPress Theme