Buat kamu yang sudah lama menunggu, FATAL FURY: City of the Wolves akhirnya hadir di Nintendo Switch 2. SNK Corporation mengumumkan dari Osaka, Jepang, bahwa versi Switch 2 dari game fighting ini sudah bisa dimainkan mulai hari ini, 22 Oktober 2026. Untuk merayakannya, SNK juga merilis launch trailer baru yang menampilkan berbagai gaya bermain di Switch 2 beserta fitur-fitur seru dari gamenya. Trailernya tersedia dalam dua versi, yaitu pengisi suara Jepang dan pengisi suara Inggris.
Versi Switch 2 mendukung mode handheld, tabletop, dan TV, jadi kamu bisa menikmati duel sengitnya di rumah maupun saat sedang bepergian. SNK menyebut ini sebagai cara baru menikmati game fighting yang selama ini identik dengan layar besar dan arcade stick. Soal kontrol, City of the Wolves punya dua pilihan. Smart Style memungkinkan pemain mengeluarkan jurus spesial dan combo hanya dengan input tombol sederhana, jadi pemula bisa langsung nyemplung ke pertarungan. Sementara Arcade Style menawarkan input yang lebih tradisional untuk veteran yang mengutamakan kedalaman dan presisi khas seri Fatal Fury.
Di Switch 2, game ini tersedia dalam dua edisi. Standard Edition dibanderol $19,99 atau €19,99 (sekitar Rp358 ribu sampai Rp410 ribu) dan berisi base game saja. Lalu ada Starter Edition seharga $29,99 atau €29,99 (sekitar Rp537 ribu sampai Rp615 ribu), yang berisi base game plus Season Pass 1 sampai 3. Keduanya sudah bisa dibeli secara digital lewat Nintendo eShop. Khusus Starter Edition, versi fisiknya akan dirilis pada 21 Januari 2027 dan pre-order-nya segera dibuka di toko-toko yang berpartisipasi. Harga versi fisiknya belum diumumkan.
Isi Starter Edition cukup lengkap. Season Pass 1 membawa Andy Bogard, Ken, Joe Higashi, Chun-Li, dan Mr. Big. Season Pass 2 berisi Kim Jae Hoon, Nightmare Geese, Blue Mary, Wolfgang Krauser, Mr. Karate, dan Kenshiro. Terakhir, Season Pass 3 menghadirkan Rick Strowd, Duck King, Kim Kaphwan, Manjiro Sano, Ken Ryuguji, Laocorn, dan Reina. SNK juga menyebut Season 3 akan menambahkan stage baru dan konten lain untuk menjaga komunitas tetap ramai.
Kalau kamu belum familiar, City of the Wolves adalah game fighting terbaru dari SNK yang memadukan kontrol yang mudah diakses, aksi yang seru, dan kedalaman strategi yang makin terasa seiring kamu bermain. Di dalamnya ada REV System, gaya seni yang berani, serta mode RPG solo bernama Episodes of South Town (EOST). Untuk main online, game ini mendukung cross-platform dan menggunakan rollback netcode, sehingga pengalaman bertandingnya lebih mulus. Game ini mendukung 1 sampai 2 pemain secara lokal dan 2 sampai 12 pemain lewat jaringan, dengan rating ESRB Teen dan PEGI 12.
Baca ini juga :
» Kolaborasi Epik! Mikey & Draken dari Tokyo Revengers Resmi Gabung di FATAL FURY: City of the Wolves
» Fatal Fury: City of the Wolves Berikan Teaser Collab Dengan Reina Dari Tekken 8
» Demo FATAL FURY: City of the Wolves Siap Rilis 30 September 2026, Intip Fitur dan Karakternya!
» Kim Kaphwan Siap Menggebrak! Sang Master Taekwondo Hadir di FATAL FURY: City of the Wolves Season 3
» Fatal Fury: City of the Wolves Tuju Nintendo Switch 2, Hadirkan Kolaborasi Tokyo Revengers
Satu catatan buat penggemar Mai Shiranui. Kostum Classic Mai Shiranui sudah tersedia sebagai DLC berbayar di PlayStation 5, PlayStation 4, Xbox Series X|S, Steam, dan Epic Games Store. Untuk Switch 2, DLC berbayarnya baru dijadwalkan rilis pada 21 Januari 2027.
Informasi lebih lanjut bisa dicek lewat situs resmi SNK di snk-corp.co.jp/official/fatalfury-cotw, atau lewat akun resmi mereka di X (@GAROU_PR), Instagram, TikTok, dan Discord.
PakarPBN
A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.
In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.
The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.